Foley, van Dam, Feiner, dan Hughes (1996), menyimpulkan bahwa
octree merupakan varian secara hirarki dari enumerasi penempatan spasial, pendekatan
tersebut dirancang untuk ditujukan mengatasi kebutuhan persyaratan penyimpanan.
Octree merupakan turunan dari konsep quadtree, yang merupakan representasi dua
dimensi dari format yang digunakan untuk encoding gambar.
Sebuah kotak akan dibagi secara simultan disepanjang semua
ketiga sumbunya, dan titik pemotongan harus berada pusat dari kotak. Ini akan
membuat delapan kotak baru, sehingga dinamakan octree (diagram pohon dengan
delapan simpul anak).
Ketika membagi kotak (dalam hal ini adalah ruang tiga
dimensi), obyek- obyek berdasarkan kotak tersebut dimasukkan kedalam simpul
(node) pada diagram pohon (tree). Untuk menempatkan obyek kedalam octree,
dimulai dari simpul akar (root). Jika obyek sepenuhnya di dalam satu simpul
anak (child), maka turunkan kedalam simpul anak tersebut. Lanjutkan penelusuran
kebawah dari diagram pohon selama obyek sepenuhnya berada di dalam simpul anak
atau sudah mencapai simpul daun (leaf). Jika sebuah obyek tercakup diantara dua
bidang yang terpisah, maka penurunan kebawah dihentikan dan mendaftarkan obyek
tersebut kedalam simpul berdasarkan pada tingkatannya (level).

Gambar Mengelompokkan
Obyek dengan Octree
Ketika obyek dimasukkan atau didaftarkan kedalam simpul, maka
octree menjadi alat yang sangat ampuh dalam mencari lokasi obyek dalam radius tertentu
dari titik yang tentukan, atau untuk melakukan culling (penyisihan) pada obyek
untuk rendering dan collision detection (deteksi benturan).
Sumber : sir.stikom.edu/592/5/BAB%20II.pdf