Maandag 17 November 2014

Landasan Teori Octree




                Foley, van Dam, Feiner, dan Hughes (1996), menyimpulkan bahwa octree merupakan varian secara hirarki dari enumerasi penempatan spasial, pendekatan tersebut dirancang untuk ditujukan mengatasi kebutuhan persyaratan penyimpanan. Octree merupakan turunan dari konsep quadtree, yang merupakan representasi dua dimensi dari format yang digunakan untuk encoding gambar.
Sebuah kotak akan dibagi secara simultan disepanjang semua ketiga sumbunya, dan titik pemotongan harus berada pusat dari kotak. Ini akan membuat delapan kotak baru, sehingga dinamakan octree (diagram pohon dengan delapan simpul anak).
Ketika membagi kotak (dalam hal ini adalah ruang tiga dimensi), obyek- obyek berdasarkan kotak tersebut dimasukkan kedalam simpul (node) pada diagram pohon (tree). Untuk menempatkan obyek kedalam octree, dimulai dari simpul akar (root). Jika obyek sepenuhnya di dalam satu simpul anak (child), maka turunkan kedalam simpul anak tersebut. Lanjutkan penelusuran kebawah dari diagram pohon selama obyek sepenuhnya berada di dalam simpul anak atau sudah mencapai simpul daun (leaf). Jika sebuah obyek tercakup diantara dua bidang yang terpisah, maka penurunan kebawah dihentikan dan mendaftarkan obyek tersebut kedalam simpul berdasarkan pada tingkatannya (level).

Gambar  Mengelompokkan Obyek dengan Octree

Ketika obyek dimasukkan atau didaftarkan kedalam simpul, maka octree menjadi alat yang sangat ampuh dalam mencari lokasi obyek dalam radius tertentu dari titik yang tentukan, atau untuk melakukan culling (penyisihan) pada obyek untuk rendering dan collision detection (deteksi benturan).

Sumber : sir.stikom.edu/592/5/BAB%20II.pdf